Upacara Hari Pahlawan & Pamitan

Upacara Hari Pahlawan & Pamitan

Pedan-Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului. Tanggal 10 November adalah hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia yang merupakan Hari Pahlawan.

Pada upacara Hari Pahlawan 10 November 2016 di MTs Negeri Pedan (Matsanida) sangat istimewa. Pembina upacara yang biasanya oleh guru Matsanida sendiri ternyata oleh kepala MTs Negeri Gantiwarno (Matsagar).

Drs. Zainudin Kholid, M.Pd. adalah pembina di hari pahlawan kali ini. Pak Zainudin panggilan akrabnya sudah berpindah tugas ke Matsagar, namun untuk upacara kali ini beliau sebagai pembinanya dalam rangka pamitan.

Agenda upacara kali ini ada dua, yaitu upacara peringatan Hari Pahlawan dan pamitan.

Amanah pembina upacara menyebutkan bahwa pada 10 November 1945 Arek-arek Surabaya berjuang memertahankan kemerdekaan yang akan direbut kembali oleh Belanda dan sekutu-sekutunya. Mereka ikhlas membela negara tanpa pamrih.

Makna pahlawan menurut Pak Zainudi adalah berasal dari kata pahala yang artinya berpahala dan wan yang berarti manusia. Manusia dalam hal ini rakyat Indonesia berjuang di jalan Allah untuk mempertahankan tanah air. Semua bisa menjadi pahlawan, keihlasan dalam berjuang dan berjihad di jalan Allah.

Setiap siswa bisa menjadi pahlawan dengan cara tiga hal, yaitu:
1. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, lingkungan, dan madrasah. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama baik.
2. Berbuat terbaik untuk memperoleh hasil yang terbaik.
3. Terus belajar. Belajar menjadi manusia yang yang baik. Menjadi baik itu menjadi suatu keharusan.

Raihlah prestasi, masa depanmu menanti dengan ridho Allah dan orang tua.

Selain menjadi kepala madrasah, Pak Zainudin juga seorang guru seperti guru-guru yang lainnya. Pada acara pamitan, Pak Zainudin mengatakan tidak ada mantan guru. Meskipun Pak Zainudin sudah berpindah tugas, namun jika ada siswa yang membutuhkan bantuan atau bimbingan, maka ia akan senantia membantunya.

Acara pamitan oleh Pak Zainudin disambun oleh ketua OSIS Jundy Nasrulloh (9A). Dalam kata sambutannya, Jundy mewakili 510 siswa-siswi Matsanida mengatakan empat hal, yaitu:
1. Berterima kasih kepada Pak Zainudin yang telah mendidik dan membimbing.
2. Mohon maaf jika ada ucapan dan perbuatan baik disengaja maupun tidak yang telah dilakukan oleh siswa-siswa selama ini.
3. Berdoa memohon kepada Allah SWT supaya Pak Zainudin dapat menjalankan tugas yang lebih baik, arif, dan bijaksana.
4. Memohon doa dari Pak Zainudin supaya Matsanida menjadi madrasah yang lebih baik, maju, dan berprestasi.

Setelah sambutan dari ketua OSIS, selanjutnya penyerahan kenang-kenangan oleh Jundy kepada Pak Zainudin.

Pembacaan pusi merupakan acara selanjutnya. Puisi dibacakan oleh Nur Khowiyah (9D) dengan judul Salam Perpisahan.

Salam Perpisahan

Kini hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Pak Zainudin dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel, dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku jangan kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan

Acara diakhiri dengan salam-salaman yang oleh guru/karyawan dan diswa. Acara salam-salaman diiringi dengan lagu ‘Selamat Jalan’ yang dipimpin oleh Ibu Any Setiyaningsih selaku guru seni musik.

AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *