Penyuluhan Kesehatan Khusus Siswi Kelas VIII

Penyuluhan Kesehatan Khusus Siswi Kelas VIII

Pedan-Siswa-siswi MTs Negeri Pedan (Matsanida) harus selalu menjaga kesehatan. Khusus untuk siswi ada hal penting yang membedakan dengan siswa.

Pada Selasa (14/11/2017) di Masjid Annida, Tim dari Puskesmas Pedan bekerja sama dengan UKS Matsanida mengadakan penyuluhan kepada siswi kelas VIII dengan tema Strategi Penanggulangan pada Remaja Putri. Penyuluhan ini diketuai oleh dr. Yulis Miharti beserta tiga anggotanya, yaitu Jawahir, Amd Gizi., Tutik Tri Haryani, Amk., dan Sri Sulastri, Am Keb.

Tim kesehatan ini memberikan penyuluhan tentang pentingnya remaja putri usia 12-15 tahun menjaga kesehatannya. Khusus remaja putri pada usia tersebut sering terkena anemia.

Tujuan diadakan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan status gizi pada remaja putri. Tujuan yang lain adalah meningkatkan cadangan zat besi pada remaja putri yang sering terabaikan.

Pada penyuluhan ini ditekankan pada penanggulangan anemia pada remaja putri. Anemia adalah kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah yang kurang dari normal. Untuk remaja putri usia 12 sampai kurang dari 15 tahun normalnya kadar Hb dalam darah adalah 12 gr/dl.

Penyebab anemia pada remaja putri banyak ragamnya, yang jelas kekurangan zat besi (Fe). Setiap hari sudah makan makanan yang mengandung zat besi, namun belum mencukupi. Zat besi sangat diperlukan pada remaja putri karena masih dalam masa pertumbuhan. Kekurangan zat besi pada remaja putri bisa juga karena terkena berbagai penyakit antara lain cacingan, terkena malaria, atau terkena TBC. Kekurangan zat besi yang paling umum pada remaja putri tiap bulannya adalah saat masa haid.

Remaja putri lebih rentan terkena anemia dari pada remaja putra karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak makanan nabati dari pada hewani. Berkurangnya zat besi karena siklus haid membuat remaja putri membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak dari pada remaja putra.

Remaja putri yang anemia ditandai dengan 5L (lesu, lemah, letih, lelah, dan lalai). Tanda kekurangan zat besi berikutnya adalah kepala pusing dan mata berkunang-kunang. Kelopak mata, bibir, dan lidah pucat adalah tanda berikutnya karena anemia.

Akibat anemia pada remaja putri adalah menurunnya kemampuan dan konsentrasi dalam belajar. Akibat anemia ini juga bisa menurunkan perkembangan fisik dan motorik, sehingga terjadi gangguan pertumbuhan. Secara umum akibat anemia pada remaja putri adalah menurunnya sumber daya manusia.

Untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri adalah selalu makan makanan yang bergizi. Makan makanan yang banyak mengandung zat besi seperti sayuran berhijau daun tua, kacang-kacangan, termasuk tahu dan tempe. Makan makanan hewani seperti daging, ikan, ayam, hati, dan telur sangat dianjurkan untuk mencegah anemia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan berbagai buah-buahan lainnya. Jika diperlukan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD). Mengobati TBC dan cacingan bagi remaja putri yang menderita kedua penyakit tersebut, karena kedua penyakit ini sangat menguras zat besi dalam tubuh.

AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *