Outing Class, Wawancara Petani ke Kebun Sayur

Outing Class, Wawancara Petani ke Kebun Sayur

Pedan-Siswa belajar tidak harus di sekolah/madrasah saja. Siswa juga tidak harus belajar di dalam kelas saja. Namun, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang materi pelajaran siswa bisa belajar di luar kelas (outing class).

Outing class tidak harus memerlukan biaya yang mahal. Seperti yang dilakukan oleh kelas VIIE pada pelajaran prakarya melakukan outing class ke kebun sayur. Para siswa tidak menanam sayur di sini, namun melakukan wawancara dengan petani sayur.

Salah satu materi dalam prakarya adalah budidaya. Untuk kelas VII semester gasal bertemakan budidaya tanaman sayur organik. Untuk materi budidaya salah satu tugasnya adalah siswa harus melakukan wawancara dengan petani sayur.

Wawancara dilakukan siswa dalam kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 4 siswa. Tugas tiap kelompok adalah melakukan wawancara minimal kepada 3 petani.

Adalah Bapak Muh. Yasid guru pembinbing prakarya kelas VII. Bapak Yasid dengan setia mengawasi kemana pergerakan siswa-siswi yang sedang melakukan wawancara. Pria tiga anak ini membatu kelompok yang mengalami kesulitan.

Siswa harus menanyakan kepada petani bagaimana cara mengolah lahan sebelum ditanami. Siswa juga harus menanyakan tentang pembibitan, pemeliharaan tanaman, pupuk yang digunakan, masa panen, sampai pada pengolahan atau pemasaran hasil panen. Pedoman wawancara sudah disiapkan sehingga siswa mudah dalam kerjanya. Saat wawancara pun dibuat santai, siswa dan petani duduk atau jongkok di pematang kebun atau sawah.

Ibu Watiyem adalah salah satu petani yang berhasil diwawancarai oleh siswa. Petani yang tinggal di Dukuh Keron, Desa Troketon, Kecamatan Pedan ini tengah menyiapkan lahan untuk ditanami cabai keriting. Sementara tetangga Ibu Watiyem, Bapak Purwanto saat diwawancara siswa tengah menyiangi tanaman terung yang baru ditanam 10 hari.

Di tempat lain saya juga berhasil melihat siswa yang sedang asik melakukan wawancara dengan Ibu Arjo Pairo, warga Dukuhrejo, Desa Troketon, Pedan. Ibu Pairo sedang menyiapkan lahan untuk ditanami dengan cabai keriting. Sementara tetangga Ibu Pairo, Ibu Sri Sulastri saat diwawancara siswa tengah mempersiapkan lahan untuk ditanami kangkung darat.

Pada saat wawancara memang sedang peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Para petani rata-rata sedang menyiapkan lahan mereka untuk ditanami dengan tanaman palawija dan sayuran.

Kegiatan outing class ini tentu sangat menambah pengetahuan siswa yang tidak mungkin bisa didapat saat di kelas. Harapannya, dengan wawancara ini siswa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, tidak hanya sekedar tugas semata.

AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *