Lektur dan Khazanah Keagamaan Indonesia Mendapat Perhatian Dunia

Lektur dan Khazanah Keagamaan Indonesia Mendapat Perhatian Dunia

Indonesia termasuk negara yang kaya akan sejarah dan budaya. Salah satunya  yang menjadi perhatian peneliti dunia adalah naskah kuno dan benda arkeologi yang tersebar di wilayah Nusantara. Naskah kuno yang banyak diteliti merupakan manuskrip keagamaan, baik berupa Mushaf Al-Quran kuno (Islam), hikayat atau kisah nabi (Islam), cerita Mahabharata dan Ramayana (Hindu), Putru Sangaskara (Hindu), serta Gospel of Marcus (Kristen).

Sedangkan benda arkeologi yang menjadi sasaran penelitian sebagian besar berbentuk prasasti, batu nisan, rumah ibadah kuno, dan bangunan bersejarah lainnya. Benda arkeologi ini merupakan bukti sejarah perkembangan suatu agama, terutama Islam sebagai agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Perkembangan Islam dari masa ke masa inilah yang dipelajari melalui manuskrip maupun benda arkeologi.

International Symposium on Religious Literature and Heritage (Islage) yang diselenggarakan oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan menjadi wadah bagi peneliti dunia di bidang naskah kuno dan arkeologi untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di Indonesia. Pada kegiatan hari ini (15/9), di sesi pertama terdapat tiga peneliti yang berkesempatan untuk memaparkan hasil risetnya, baik manuskrip maupun benda arkeologi. Mereka adalah Annabel Teh Gallop dari British Library Inggris dengan judul makalah How to Develop the Nusantara’s Manuscripts for the Future Indonesia; Dick van der Meij dari Leiden University Belanda dengan topik Religious Manuscript of Nusantara; dan yang terakhir Iik Arifin Noor dari UIN Syarif Hidayatullah Indonesia yang memaparkan makalah dengan judul Religious Archaelogy and Inscription: Research and Development.

Berdasarkan pemaparan, diketahui bahwa manuskrip atau naskah kuno yang tersebar dari Aceh hingga Papua memiliki karakter yang berbeda dan unik. Perbedaan tersebut terlihat baik dari seni tulis, desain halaman, bahasa, maupun dari isi naskah yang menjadi ciri kebudayaan daerah setempat. Ini merupakan kekayaan warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan pemakalah. Pertanyaan datang dari peserta yang ingin tahu motivasi peneliti yang memilih manuskrip dan benda arkeologi Indonesia sebagai objek penelitian. Selain itu, antusiame terlihat dari banyaknya peserta yang melayangkan pertanyaan walaupun dengan Bahasa Inggris yang terbata-bata. [] diad/rins/vicks/diad.

Sumber : http://balitbangdiklat.kemenag.go.id/arsip/berita/lektur-dan-khazanah-keagamaan-indonesia-mendapat-perhatian-dunia.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *